Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut dan mengklaim bakal bertanggung jawab.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kudus dilaporkan telah mendatangi dapur MBG yang menyuplai ke sekolah itu dan mengambil sampel bahan makanan untuk diuji di laboratorium.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, bilang operasional SPPG Purwosari Kudus telah dihentikan sementara menyusul keracunan massal tersebut.
Dalam periode 1-13 Januari 2026, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan makan bergizi gratis.
Sementara berdasarkan perhitungan BBC, sepanjang 30 hari di Januari 2026, kasus keracunan MBG memicu korban hingga 1.929 orang.
Ribuan kasus itu terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Yang terbaru, Jumat (30/01), setidaknya 132 pelajar juga keracunan MBG di Kabupaten Manggarai Barat, menurut pejabat setempat.
BBC News Indonesia telah meminta pimpinan Badan Gizi Nasional untuk menanggapi kejadian di Kudus dan berbagai kasus sepanjang Januari 2026. Namun mereka belum menanggapi permintaan wawancara itu.
Pungkasnya kami dari media MCCTV online


0 Komentar